Melayani pekerjaan Tuhan sungguh merupakan sebuah panggilan yang sangat penting, yang sudah seharusnya dilakukan oleh semua anak-anak Tuhan sesuai amanat Agung yang diberikan Kristus sesaat sebelum Dia naik ke Surga. Melayani pekerjaan Tuhan adalah amat baik, itu kita semua setuju. Tapi sudahkah kita memiliki motivasi yang benar dalam melayani? Di balik sebuah pelayanan, seperti halnya profesi dan pekerjaan lainnya, ada begitu banyak motivasi di belakangnya. Pada mulanya diawali dengan motivasi yang tulus kemudian berubah menjadi menunjuk pada diri sendiri. Ketenaran, pamor, popularitas yang menghinggapi para hamba Tuhan seringkali membelokkan motivasi ke arah diri sendiri.
"Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan - pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibrani 10:25)
Minggu, 05 Desember 2010
Rabu, 01 Desember 2010
KEBESARAN MELAYANI...
Tidaklah demikian di antara kamu. Siapa saja yang ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu (Markus 10:43)
Dalam teori manajemen dikenal adanya kepemimpinan melayani. Ternyata dengan melayani, pemimpin bisa menggerakkan orang dengan lebih efektif. Dengan melayani, orang tidak dipaksa untuk melakukan apa yang dilakukannya. Dari dalam hatinya akan muncul sebuah kerelaan yang diinspirasikan oleh karakter pemimpin yang telah lebih dahulu melayaninya. Dengan memakai studi ini, banyak manajer perusahaan
mulai menerapkan prinsip ini. Artinya, melayani ditujukan untuk membuat orang yang dipimpin dengan sukarela mengikuti kepemimpinan dari para manajer perusahaan tersebut.
Meskipun prinsip manajemen di atas menarik, dan sering diklaim berasal dari Yesus
Dalam teori manajemen dikenal adanya kepemimpinan melayani. Ternyata dengan melayani, pemimpin bisa menggerakkan orang dengan lebih efektif. Dengan melayani, orang tidak dipaksa untuk melakukan apa yang dilakukannya. Dari dalam hatinya akan muncul sebuah kerelaan yang diinspirasikan oleh karakter pemimpin yang telah lebih dahulu melayaninya. Dengan memakai studi ini, banyak manajer perusahaan
mulai menerapkan prinsip ini. Artinya, melayani ditujukan untuk membuat orang yang dipimpin dengan sukarela mengikuti kepemimpinan dari para manajer perusahaan tersebut.
Meskipun prinsip manajemen di atas menarik, dan sering diklaim berasal dari Yesus
Langganan:
Postingan (Atom)